Senayan

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Kisah Airlangga : rumah peradaban Lamongan
Penanda Bagikan

Electronic Resource

Kisah Airlangga : rumah peradaban Lamongan


Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur merupakan daerah yang potensial dengan temuan arkeologi mulai dari masa Prasejarah sampai masa Kolonial. Temuan arkeologi dari masa Prasejarah yang ditemukan di Lamongan antara lain candrasa, kapak corong, nekara, perhiasan, dan manik-manik. Dari Hindu-Buddha yang paling dominan adalah sebaran prasasti yang hampir terdapat di seluruh Kabupaten Lamongan. Selain prasasti, di Kabupaten Lamongan juga ditemukan runtuhan candi seperti yang Candi Slumpang (Kecamatan Laren), Candi Sukodadi (Kecamatan Sukodadi), dan Candi Patakan (Kecamatan Sambeng). Artefak lainnya yang ditemukan sangat beragam jenisnya, seperti yoni, arca, mata uang kepeng, pipisan, pecahan tembikar dan keramik. Peninggalan dari masa Islam yang paling terkenal di Lamongan adalah Kompleks makam dan Masjid Sendang Dhuwur yang dibangun sekitar abad ke-16. Sementara itu, sisa-sisa bangunan Kolonial peninggalan Belanda bisa ditemukan antara lain di Babat.

Seperti telah disebutkan, temuan dari masa Hindu-Buddha yang paling dominan di Lamongan adalah prasasti. Prasasti yang dapat di re-inventarisasi berjumlah 23 prasasti dari 28 prasasti yang pernah ditemukan. Prasasti-prasasti tersebut dibuat dari bahan andesit, batu kapur, dan perunggu. Prasasti-prasasti yang dibuat dari batu kapur pada umumnya sudah tidak bisa dibaca lagi. Tetapi jika dibandingkan dengan prasasti-prasasti Airlangga di luar Kabupaten Lamongan yang banyak berbentuk stele dengan puncak runcing, maka diperkirakan bahwa prasasti-prasasti yang ditemukan di Kabupaten Lamongan berasal dari masa pemerintahan Airlangga (1019-1042). Kecuali prasasti Biluluk yang ditemukan di Desa Bluluk, Kecamatan Bluluk yang dibuat dari perunggu, berasal dari masa Majapahit.

Sejak masa pemerintahan Airlangga atau bahkan sebelumnya, masyarakat di bawah kekuasaannya sudah mempunyai jiwa terbuka yang dapat menerima orang asing sebagai bagian dari kehidupannya, meskipun pada mulanya hanya di bidang perdagangan. Tetapi lama kelamaan banyak orang asing yang tinggal menetap di wilayah kerajaan. Hal ini terlihat dengan adanya warga kilalān (warga yang dikenai pajak) yang disebutkan dalam prasasti-prasasti Airlangga, seperti prasasti Cane (1021), prasasti Turunhyang A (t.t.), dan prasasti Patakan (t.t. ), di antaranya adalah orang-orang asing. Orang-orang asing yang menetap tersebut berasal Vietnam (Champa), Kamboja (Kmir), Myanmar (Rěmmĕn,), Srilangka (Singhala), serta beberapa wilayah di India seperti Cola (Drawida), Kalingga (Kling), Aryya (Aryya), dan Paṇḍikira (Paṇḍikira).

Jika melihat asal-usul Airlangga, meskipun masih keturunan Jawa karena ibunya yang bernama Mahendradatta adalah adik raja Dharmawangśa Tguh yang memerintah di Kerajaan Matarām Kuno, namun ayahnya adalah Raja Bali yang bernama Udayana. Dengan diterimanya Airlangga menjadi raja, memperlihatkan bahwa masyarakat pada masa itu telah terbuka dan menerima adanya pluralisme. Pluralisme ini merupakan identitas lokal masyarakat Lamongan yang sudah ada sejak masa Airlangga dan mungkin sebelumnya, yang dibina terus sampai kini.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
Seri Rumah Peradaban
No. Panggil
398.59828 Nas k
Penerbit
Bandung Barat : ., 2020
Deskripsi Fisik
48 hlm. : ilus. ; 14,8 x 21 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-8041-77-8
Klasifikasi
398.59828
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 1
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
I Made Geria
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Senayan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?