Electronic Resource
Cut Nyak Meutia : kisah perjuangan perempuan Aceh
Julukan Aceh sebagai “Bumi Pahlawan” tidaklah berlebihan apabila melihat panjangnya perlawanan rakyat Aceh terhadap dominasi asing. Usia perlawanan rakyat Aceh terhadap setiap usaha aneksasi bangsa Barat sudah dimulai sejak awal bercokolnya Bangsa Barat di Nusantara itu sendiri. Kegigihan rakyat Aceh dalam melakukan perlawanan tidak hanya dilakukan oleh kaum laki-laki saja. Perempuan-perempuan Aceh juga telah tampil ke depan ikut berjuang bersama kaum laki-laki dalam mengusir kaum penjajah.
Salah seorang pejuang perempuan Aceh yang ikut mengangkat senjata melawan panjajahan Barat adalah Cut Mutia atau Cut Nyak Mutia. Dia rela meninggalkan kehidupan mewah sebagai isteri seorang bangsawan (uleebalang) di Keureutoe (Aceh Utara sekarang) untuk berjuang bersama rakyat demi mempertahankan prinsip dan keyakinannya yang tidak rela hidup di bawah panjajahan Belanda. Demi mempertahankan idealismenya tersebut, dia rela hidup melarat dari hutan ke hutan dengan makanan dan pakaian seadanya sampai dia gugur di ujung senapan pasukan Belanda pada 25 Oktober 1910.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain